Pendidikan

Pengalaman mengikuti PKKMB universitas Lampung hari pertama hingga hari keempat

Empat hari mengikuti PKKMB Universitas Lampung menjadi pengalaman yang berharga bagi saya sebagai mahasiswa baru. Saya mendapatkan wawasan tentang peran mahasiswa, bela negara, kedisiplinan, penggunaan teknologi secara bijak, pengembangan talenta, strategi belajar di perguruan tinggi, integritas akademik, plagiarisme, tata krama, serta sistem perkuliahan. Pada hari keempat, saya juga berkesempatan mengenal dosen dan lingkungan Program Studi PPKn.

veni-2613032050-mhs.blog.unila.ac.id
5 menit baca
Pengalaman mengikuti PKKMB universitas Lampung hari pertama hingga hari keempat

Mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung selama empat hari menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya sebagai mahasiswa baru. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi saya untuk mengenal kehidupan perguruan tinggi, lingkungan kampus, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai perkuliahan. Tidak hanya mendapatkan informasi akademik, saya juga memperoleh wawasan mengenai bela negara, literasi digital, pengembangan talenta, etika, integritas, dan kehidupan sebagai mahasiswa PPKn.

Pada hari pertama PKKMB tingkat universitas, kegiatan diawali dengan materi yang disampaikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dengan Sarif Suhendro sebagai moderator. Materi tersebut memberikan wawasan mengenai kondisi dan potensi Provinsi Lampung serta peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Saya memahami bahwa mahasiswa merupakan bagian dari generasi yang memiliki peranan penting dalam menghadapi masa depan. Potensi daerah dan bonus demografi dapat menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, inovasi, kewirausahaan, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selanjutnya, saya mendapatkan materi bela negara dengan tema “Bela Negara Zaman Now: Tangguh, Disiplin, dan Siap Berkarya” yang disampaikan oleh Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) selaku Pangdam XXI/Radin Inten, dengan moderator Dr. Muhtadi, S.H., M.H. Materi ini membuat saya memahami bahwa bela negara tidak hanya dilakukan melalui kegiatan militer, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pendidikan, prestasi, kedisiplinan, karya, serta menjaga persatuan. Di era digital, mahasiswa juga harus mampu menghadapi hoaks, disinformasi, provokasi, dan berbagai informasi yang dapat mengancam persatuan. Oleh karena itu, berpikir kritis dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sebagai warga negara.

Materi berikutnya bertema “Smart, Safe, and Responsible di Era Digital: Bijak Bermedia dan Aman Beraktivitas Digital” yang disampaikan oleh AKBP Abdul Rahman Napitupulu, S.Ag., S.H., dengan moderator Dr. Ahmad Rifai, S.Si., M.Si. Dari materi ini, saya belajar bahwa penggunaan teknologi harus dilakukan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Saya perlu menjaga data pribadi, berhati-hati terhadap penipuan digital, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya, serta mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu di media sosial. Prinsip “saring sebelum sharing” menjadi salah satu hal penting yang saya dapatkan dari materi ini.

Setelah itu, terdapat materi mengenai sarana dan prasarana nonakademik serta manajemen talenta mahasiswa yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. dan Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak., dengan moderator Yustitya Asmaranti, S.E., M.Si., Ph.D. Saya diperkenalkan dengan berbagai fasilitas kampus yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk kegiatan organisasi, pengembangan minat dan bakat, kewirausahaan, maupun kegiatan lainnya. Saya juga belajar bahwa setiap mahasiswa memiliki talenta yang perlu dikenali, dikembangkan, dan diarahkan agar dapat menghasilkan prestasi. Pada sesi sore bersama Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak., pembahasan juga berkaitan dengan pengembangan talenta dan kesiapan karier mahasiswa. Hal tersebut menyadarkan saya bahwa masa kuliah harus dimanfaatkan untuk membangun kompetensi dan pengalaman sebagai bekal masa depan.

Pada hari kedua, saya mendapatkan materi “Tumbuh Bersama di Kota Kampus” yang disampaikan oleh Desti Mega Putri, S.P., M.T., yang mewakili Wali Kota Bandar Lampung, dengan moderator Yustitya Asmaranti, S.E., M.Si., Ph.D. Materi ini memberikan pemahaman bahwa mahasiswa merupakan bagian dari lingkungan masyarakat Bandar Lampung. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu beradaptasi, menjaga kebersihan dan ketertiban, menghormati masyarakat, serta menjaga nama baik almamater.

Selanjutnya, materi “Strategi Belajar di Perguruan Tinggi” disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dengan moderator Dr. Alimuddin Muchtar, S.Si., M.Si., CEIA. Saya belajar bahwa perkuliahan membutuhkan kemandirian dan keaktifan yang lebih besar dibandingkan saat sekolah. Mahasiswa harus mampu mengatur waktu, belajar secara konsisten, aktif berdiskusi, berpikir kritis, mencari sumber terpercaya, serta menggunakan teknologi dan AI secara bertanggung jawab.

Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Sunyono, M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dengan moderator Dr. Saring Suhendro, S.E., M.Si., Ak., CA. Materi bertema “Connect and Impact: Navigasi Dunia Perkuliahan” memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun relasi, mengikuti organisasi, mengembangkan prestasi, dan menghasilkan karya yang memberikan dampak positif. Saya juga memahami pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalani kehidupan perkuliahan.

Pada hari ketiga tingkat fakultas FKIP, saya mendapatkan materi “Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Plagiarisme” yang disampaikan oleh Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd. Materi ini mengajarkan pentingnya belajar secara mandiri dan menjaga integritas akademik. Saya memahami bahwa plagiarisme merupakan tindakan menggunakan ide, tulisan, data, atau karya orang lain tanpa mencantumkan sumber dengan benar. Karena itu, saya harus membiasakan diri melakukan kutipan dan parafrase dengan mencantumkan sumber.

Materi selanjutnya membahas sistem perkuliahan, pembimbing akademik, tata krama, dan norma kampus. Saya mendapatkan pemahaman mengenai KRS, SKS, pembimbing akademik, hak dan kewajiban mahasiswa, serta pentingnya menjaga sopan santun dan menaati peraturan kampus. Sebagai mahasiswa FKIP dan calon pendidik, saya menyadari bahwa etika dan tanggung jawab harus diterapkan sejak awal.

Pada hari keempat, kegiatan dilaksanakan di tingkat Program Studi PPKn melalui pengenalan dosen Program Studi PPKn. Kegiatan ini membuat saya lebih mengenal lingkungan akademik dan para dosen yang nantinya akan mendampingi proses perkuliahan. Saya memahami bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dalam mengembangkan kemampuan akademik dan karakter mahasiswa.

Secara keseluruhan, PKKMB selama empat hari memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga bagi saya. Saya belajar bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh nilai dan gelar, tetapi juga tentang membangun karakter, kedisiplinan, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk berkarya dan memberikan kontribusi. Sebagai mahasiswa PPKn, saya semakin termotivasi untuk menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan menjadi pribadi yang berkarakter, bertanggung jawab, bijak menggunakan teknologi, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

00

Subscribe newsletter

Dapat email setiap kali veni-2613032050-mhs.blog.unila.ac.id publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.

Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.

Komentar (0)

Memuat komentar…

    Tentang Penulis

    veni-2613032050-mhs.blog.unila.ac.id

    Lihat semua artikel →